Published with Blogger-droid v1.7.4
If I say that I'm in pain, I'm scared that I will really ache. If I say that I'm sad, I'm scares that I will shed my tears. Why don't I just smile... Just smile, just smile... But people ask me why I'm crying...
Total Tayangan Halaman
Kamis, 22 Maret 2012
tempat sehat bugar
Hari ini suasana hati sedang buruk. Mungkin karna PMS. Its ok. Aku akan mencoba menikmatinya. ↖(^▽^)↗
Ada sebuah sanggar senam dikota ciputat jalan dewi sartika. Tempat ini terletak diatas restaurant chen-chen.
Tempat senamnya cukup luas jadi bisa menampung kurang lebih 15 orangan. Saya membahas ini karna aku termaksud member disitu. Menurutku tempatnya lumayan dan pastinya boleh juga untuk menguras keringat.
Seminggu aku mengambil jadwal jam 5 sore. Senin, rabu dan kamis.
Bisa juga ikut dua kali saja dalam seminggu.
Jika dari pada kalian ada yang lagi cari sanggar senam. Come and joib with me. ツ
Ada sebuah sanggar senam dikota ciputat jalan dewi sartika. Tempat ini terletak diatas restaurant chen-chen.
Tempat senamnya cukup luas jadi bisa menampung kurang lebih 15 orangan. Saya membahas ini karna aku termaksud member disitu. Menurutku tempatnya lumayan dan pastinya boleh juga untuk menguras keringat.
Seminggu aku mengambil jadwal jam 5 sore. Senin, rabu dan kamis.
Bisa juga ikut dua kali saja dalam seminggu.
Jika dari pada kalian ada yang lagi cari sanggar senam. Come and joib with me. ツ
Published with Blogger-droid v1.7.4
Selasa, 06 Maret 2012
Selasa, 28 Februari 2012
Memanjat keluar dari sini
Masa itu sudah berlalu, walau kadang sebuah lagu mengingatkanku pada masa indah, sebuah wewangian mengingatkan sesuatu yang manis.
Hanya sebuah lagu saja dapat membangkitkan kerinduan yang luar biasa. Sebuah wewangian dari kosmetik saja dapat mengingatkanku pada sebuah moment.
Dalam hati berkata, dapatkah memulai dari awal lagi. Kurasa ini hanya hatiku yang berbicara begitu. Semua menjadi gelap dan pahit. Mungkin lebih baik menggelapkan kenangan itu. Jadi aku tidak perlu mengingat itu. Biar saja semakin meredup. Setiap kali teringat, jujur saja aku merindukan moment moment yang indah. Namun dunia nyata berkata, bangkit dari itu. Aku harus memanjat dari lubang dalam yang gelap.
Aku sedang berusaha memanjat. Aku perlu melihat sinar matahari, membiarkan matahari menghangatkan hati yang dingin. Aku perlu menghirup udara segar, aku harus melihat indahnya hijau pepohonan, warna warni bunga.
Aku sedang berusaha memanjat. Aku perlu melihat sinar matahari, membiarkan matahari menghangatkan hati yang dingin. Aku perlu menghirup udara segar, aku harus melihat indahnya hijau pepohonan, warna warni bunga.
Kamis, 23 Februari 2012
silent emotion
Banyak memory yang hilang... terkadang itu lebih baik. Karna bila aku mengingat sesuatu yang bersangkutan dengan dia, itu akan membuat hatiku sakit... sakit...
Aku mendengar sebuah nama yang tidak asing, membuat aku mengingat satu waktu dan dimana dulu aku berada, mengingat sebuah paras yang tak asing yang memandangiku. Sangat rindu untuk bertemu mereka, namun kenangan telah berlalu. Keadaan telah berubah. Aku...Aku sangat ingin menjerit. Aku lelah dihantui masa laluku. Aku sangat sakit...
Mengapa aku tertawa, sedangkan hatiku sakit. Kenapa? Kenapa aku begini? Sesuatu yang ku tunggu sebenarnya sudah datang, namun aku menyangkalnya. Menyangkal perasaanku. Karna akau takut... Aku takut merasa sakit... Aku takut, tidak bisa mencintai, aku takut menyakiti dan terlebih aku takut tersakiti.
Mimpi-mimpi burukku mencerminkan ketakutanku. Hingga saatnya nanti tiba, aku harus bagaimana? Apa akau akan baik-baik saja? Apa yang akan terjadi. Aku sungguh ketakutan hingga semua itu menjelma dalam mimpiku.
Sebuah kerinduan yang terpendam, cinta yang terpendam, senyum palsu itu, mengapa?
Dan aku tetap berkata pada diriku, aku tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja? Ku kira itu adalah positif thinking atau menghibur diri menjadi munafik? Entah apa sebutannya, ya begitula aku. Aku ingin mengubah itu semua, namun entah mengapa itu melekat erat pada diriku.
2 tahun yang berlalu bagai 10 tahun. Namun semua memory yang terkadang masih terasa hangat dipiranku. Mengapa? Mengapa aku tidak dapat mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. Apa karan ketakutanku oleh kata "maaf".
Selasa, 21 Februari 2012
Sekeras batu
Setelah menonton sebuah drama asia, aku seperti melihat diriku sendiri. Begitu keras. Sangat keras.
Bertanya mengapa tokoh utamanya bersi keras menutupi perasaannya? Pertanyaan itu juga terlontar pada diriku.
Aku baru menyadarinya... sekeras itu kah aku?
Bersi keras menutupi perasaanku.
Tidak peduli apapun, aku tetap begitu. Ketika aku menyadari hal ini, aku berusaha mengubahnya. Itu bukan hal yang mudah. Sepertinya itu telah menempel pada diriku. Aku terus menyangkal rasa suka, rasa sedih. Aku menganggap itu bukan perasaan suka, aku menganggap aku baik-baik saja. Karna aku tidak ingin dikasihani, aku tidak ingin terluka. Jadi aku terus menyangkal. Sampai aku sadari semua ini dan aku tidak bisa melepaskan itu. Itu menyakitkan. Ketika aku mencoba membuang sifat keras itu.
Sebelum aku menyadari ini, aku merasa aku sama seperti orang-orang lainnya. Ini lah alasan mereka berkata:
Seorang sahabat berkata, "Gue khawatir dengan sikap lo!"
Atau dia berkata, "Lo nggak boleh begitu."
Dulu aku tidak mengerti mengapa dia menganggapku aneh.
Aku berkata bahwa aku baik-baik saja, aku mati-matian menunjukan bahwa aku baik-baik saja. Karna aku tidak ingin setiap mata memandangku dengan pandangan kasihan. TIDAK!!!
Itu membuatku sakit. Dan aku memutuskan pergi menghilang dari padangan mata-mata itu.
Aku bersi keras mengatakan bahwa aku baik-baik saja sekalipun didepan sahabatku. Tidak ingin seorangpun melihatku menangis. Sekalipun aku sedih, aku tidak ingin menangis didepan mata siapapun.
Aku sekarang mengerti... Aku tidak bisa begini selamanya. Mengapa terlalu kejam pada perasaanku sendiri.
Menganggap semua baik-baik saja. So tired. Aku tidak ingin seperti itu.
Langganan:
Postingan (Atom)